Persiapan Peserta Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza
- Kelompok 2 Jurol E
- Jun 19, 2022
- 2 min read
Updated: Jun 19, 2022
Hiruk pikuk orang-orang yang melepas rindu setelah pandemi dan gemerlapnya malam seakan menjadi pelengkap yang sempurna dalam perayaan ulang tahun Surabaya tahun ini. Sangat terlihat bahwa di penghujung Mei tahun ini memang menjadi hal yang istimewa bagi warga Surabaya, pasalnya pada 28 Mei 2022 telah dilaksanakan sebuah acara yang megah dan meriah untuk memperingati hari jadi Kota Surabaya yang ke–729. Acara tersebut berupa Surabaya Vaganza dan Festival Rujak Uleg. Untuk Surabaya Vaganza sendiri acaranya berupa pawai yang berjalan di sepanjang Jalan Tunjungan, sedangkan Festival Rujak Uleg selain ada pawai juga ada kesempatan bagi UMKM lokal dalam membuat rujak uleg. Hal ini tentu saja disambut antusias oleh warga Surabaya setelah dua tahun lamanya pandemi yang dengan terpaksa membuat acara tersebut harus terhenti.
Dalam pelaksanaan pawai, bisa dipastikan banyak orang yang terlibat khususnya para model yang memakai kostum berwarna-warni dan meriah. Bukanlah hal yang mudah dalam menyiapkan kostum dan menyiapkan segala hal demi kelancaran event ini. Banyak yang harus dipersiapkan dengan matang agar semuanya berjalan dengan lancar termasuk kesehatan peserta-peserta pawai. Sandro sebagai salah satu peserta pawai menyatakan bahwa kostum yang digunakannya sangat berat, sehingga kondisi tubuh harus sehat agar tidak kesulitan selama acara.
Beberapa peserta pawai sudah memiliki pengalaman dalam memeriahkan acara ini. Tidak sedikit peserta yang sebelumnya sudah pernah mengikuti pawai pada tahun-tahun sebelumnya lalu kembali mengikutinya pada tahun ini. Adapun persiapan peserta mulai dari kostum hingga hari-H pawai memakan waktu selama satu bulan. Kostum sudah dipersiapkan selama tiga minggu sebelumnya dan untuk make up dipersiapkan dua jam sebelum acara dimulai. Dilansir dari beberapa peserta setelah diwawancarai, banyak yang tidak berekspektasi bahwa akan banyak sekali orang yang menonton pawai tersebut. Mereka menyangka bahwa pawainya memang akan ramai seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi ternyata tahun ini terasa berbeda karena lebih ramai.

Warga maupun pengunjung dapat berfoto dengan peserta yang memakai kostum-kostum pawai. Banyak sekali yang berfoto dan hal itu semakin menambah keseruan acara tersebut. Untuk biaya masuknya, Surabaya Vaganza dan Rujak Uleg tidak dipungut biaya sepeserpun. Pengunjung bebas menonton pawai dan berfoto-foto tanpa khawatir akan dikenakan biaya lagi.
Selama persiapan pawai, tidak ada kendala yang berarti, hanya diharuskan menunggu cukup lama sebelum pawai berjalan lah yang merupakan sedikit kendala bagi para peserta pawai. Namun, untuk hal lainnya seperti persiapan kostum dan make up, semuanya lancar dan berjalan baik. Rangkaian acara Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza tidak hanya sekadar menampilkan model untuk pawai, tetapi juga mengapresiasi peserta dengan pemilihan juara. Terdapat juara satu hingga tiga untuk kostum terbaik dan kategorinya pun beragam. Pemilihan juara dibagi berdasarkan kategori instansi dan kategori umum.
Sandro, salah satu peserta festival Rujak Uleg, memenangkan juara satu kategori instansi dan mendapat hadiah uang sebesar Rp1.500.000,00. Detail kostum dominan berwarna hijau muda dan oranye, serta ada hiasan berbentuk seperti sayap. Ada juga hiasan tambahan berbentuk bambu dan replika permata berwarna biru tua di beberapa bagian kostum. Semua detail yang ada menggambarkan bahwa desain yang dipikirkan dikerjakan dengan sungguh-sungguh terampil. Dengan diadakannya dua festival tersebut diharapkan warga menjadi lebih mengetahui tentang budaya-budaya Indonesia.


Comments